Kabar

Ribuan Warga Muhammadiyah Banjarharjo Padati Salat Id di Masjid Al-Ibtisam

BANJARHARJO — Ribuan warga Muhammadiyah di Kecamatan Banjarharjo, Brebes, menunaikan ibadah salat Idulfitri 1 Syawal 1447 H dengan khidmat pada Jumat (20/3/2026). Pelaksanaan salat yang dipusatkan di halaman Masjid Al-Ibtisam tersebut berlangsung semarak meski tahun ini terdapat perbedaan waktu perayaan Lebaran dengan Pemerintah dan Nahdlatul Ulama (NU).

Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme jamaah yang luar biasa sejak pagi buta. Shaf-shaf salat tidak hanya memenuhi halaman masjid, tetapi juga meluber hingga ke teras bangunan masjid. Kendati berbeda hari, semangat persaudaraan tetap terasa kental saat para jamaah saling bersalaman dan bermaaf-maafan usai rangkaian ibadah selesai.

Bertindak sebagai imam sekaligus khatib dalam kesempatan tersebut adalah Ustaz Bahrul Ulum, Lc. Beliau merupakan Mudir Muhammadiyah Boarding School (MBS) KH Mas Mansyur Kota Pekalongan. Dalam khutbahnya, Ustaz Bahrul Ulum mengajak jamaah untuk senantiasa menjaga nilai-nilai takwa yang telah ditempa selama satu bulan penuh di bulan Ramadan.

Laporan Zakat Capai Puluhan Juta

Dalam rangkaian pelaksanaan salat Id tersebut, Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Banjarharjo, Abdul Rasyid, menyampaikan laporan resmi penghimpunan zakat, infak, dan sedekah tahun 1447 H.

Berdasarkan data yang masuk ke meja panitia, kedermawanan warga Muhammadiyah Banjarharjo menunjukkan angka yang signifikan. Berikut adalah rincian perolehan zakat yang dihimpun:

  • Zakat Fitrah (Uang): Rp 1.050.000
  • Zakat Fitrah (Beras): 137 sak (setara Rp 6.850.000)
  • Zakat Mal: Rp 60.825.000
  • Total Keseluruhan: Rp 68.725.000

“Total perolehan yang mencapai Rp 68.725.000 ini sebagian sudah disalurkan kepada para mustahik yang berhak di wilayah Banjarharjo, khususnya untuk zakat fitrah. Kami berterima kasih atas kepercayaan jamaah dalam menitipkan zakatnya melalui PCM,” ujar Abdul Rasyid.

Perayaan Idulfitri di Banjarharjo ini menjadi potret harmoni di tengah keberagaman penentuan awal bulan kamariah di Indonesia. Meski berbeda secara penanggalan, warga tetap mengedepankan nilai toleransi dan fokus pada substansi hari kemenangan. (AR)

Editor: Abdul Rasyid

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Bagikan