Pengajian Ahad Kliwon PCA Banjarharjo: Memaknai Kemerdekaan dengan Menyiapkan Generasi Unggul
BANJARHARJO — Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Banjarharjo menyelenggarakan Pengajian Ahad Kliwon pada Ahad (16/8/2026) di Masjid Al-Ibtisam, Banjarharjo. Kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri puluhan warga serta simpatisan Muhammadiyah.
Pengajian menghadirkan Ustadz H. Moch. Thoha, S.K.M., M.M., Wakil Ketua PDM Brebes, sebagai penceramah. Dalam tausiyahnya, Ustadz Thoha mengajak jamaah memaknai momentum kemerdekaan bukan sekadar sebagai perayaan, tetapi sebagai kesempatan untuk memperkuat rasa syukur kepada Allah SWT.
Ia mengingatkan jamaah tentang pentingnya mensyukuri berbagai nikmat yang telah diberikan Allah. Salah satunya sebagaimana firman Allah dalam QS. Saba’ ayat 15:
لَقَدْ كَانَ لِسَبَإٍ فِي مَسْكَنِهِمْ آيَةٌ ۖ جَنَّتَانِ عَن يَمِينٍ وَشِمَالٍ ۖ كُلُوا مِن رِّزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوا لَهُ ۚ بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ
Menurutnya, kemerdekaan yang dinikmati saat ini merupakan nikmat besar yang patut disyukuri. Kemerdekaan Indonesia tidak lahir dengan mudah. Di baliknya terdapat perjuangan panjang, darah, air mata, kesengsaraan, serta pengorbanan para pendahulu.
Karena itu, memperingati Hari Kemerdekaan semestinya tidak berhenti pada seremoni. Momentum tersebut perlu menjadi pengingat untuk melanjutkan perjuangan dengan menciptakan generasi yang unggul, berakhlak, berilmu, dan berkemajuan.
Ustadz Thoha juga mengingatkan bahwa manusia memiliki amanah sebagai khalifah di muka bumi. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 30:
إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً
Amanah tersebut, menurutnya, harus diwujudkan dengan mempersiapkan generasi yang mampu melanjutkan pembangunan dan menjaga kehidupan bangsa.
Jangan sampai kemerdekaan yang telah diperjuangkan dengan begitu mahal justru tidak mampu diwariskan kepada generasi yang berkualitas. Karena itu, orang tua, masyarakat, dan seluruh elemen bangsa memiliki tanggung jawab untuk menyiapkan generasi yang kuat, baik secara ilmu, akhlak, maupun karakter.
Pesan tersebut sejalan dengan peringatan Allah dalam QS. An-Nisa ayat 9 agar setiap orang tidak meninggalkan generasi yang lemah.
وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ
Generasi yang disiapkan bukan hanya generasi yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak dan karakter yang baik. Jangan sampai bangsa ini meninggalkan generasi yang lemah akhlaknya, serampangan dalam menjalani kehidupan, maupun lemah dalam ilmu pengetahuan.
Momentum kemerdekaan, dengan demikian, menjadi kesempatan untuk kembali bertanya tentang apa yang dapat dilakukan untuk mengisi kemerdekaan. Jika para pendahulu telah berjuang merebut kemerdekaan, maka tugas generasi hari ini adalah menjaga dan mengisinya dengan karya serta amal terbaik.
Pengajian Ahad Kliwon tersebut kemudian menjadi ruang refleksi bagi jamaah untuk kembali mensyukuri kemerdekaan sekaligus memperkuat komitmen dalam membangun keluarga dan masyarakat.
Ustadz Thoha berharap Indonesia terus menjadi negeri yang aman, makmur, dan diberkahi Allah SWT, sebagaimana doa yang termaktub dalam QS. Saba’ ayat 15, “baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur”—negeri yang baik dan Tuhan Yang Maha Pengampun. (AR)
Editor: Abdul Rasyid
