Kabar

PCA Banjarharjo Ajak Warga Perluas Dakwah Muhammadiyah Lewat Pengajian

BANJARHARJO — Pengajian bukan sekadar rutinitas untuk menambah pengetahuan agama. Lebih dari itu, pengajian dapat menjadi ruang untuk menghidupkan dakwah dan mengajak lebih banyak masyarakat mengenal Islam yang berkemajuan.

Pesan tersebut disampaikan Ustaz H. Mochamad Toha, S.K.M., M.M., Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Brebes, dalam Pengajian Ahad Kliwon yang diselenggarakan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Banjarharjo, Ahad (20/9/2026). Kegiatan yang merupakan kajian rutin bulanan tersebut dihadiri warga dan simpatisan Muhammadiyah dari berbagai wilayah di lingkungan Cabang Banjarharjo.

Dalam kajian bertema “Risalah Islam Berkemajuan” itu, Ustaz Mochamad Toha mengawali penyampaian materi dengan mengutip Surah Ali Imran ayat 104:

“Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.”

Menurutnya, ayat tersebut menjadi salah satu landasan penting bagi aktivitas dakwah. Ia kemudian menjelaskan bahwa Muhammadiyah bukanlah agama, melainkan gerakan dakwah Islam.

“Muhammadiyah dikenal dengan gerakan tajdid, gerakan pembaruan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tajdid merupakan upaya untuk memperbarui dan menjernihkan kembali ajaran Islam yang dalam perjalanan waktu dapat bercampur dengan berbagai pemahaman dan praktik yang tidak memiliki dasar yang kuat dalam ajaran Islam.

Karena itu, dakwah Muhammadiyah tidak berhenti pada pemahaman keagamaan, tetapi juga diwujudkan melalui berbagai aktivitas yang mendorong masyarakat untuk kembali memahami dan mengamalkan Islam berdasarkan sumber ajarannya.

Jangan Hanya Orang yang Sama

Di hadapan jamaah, Ustaz Mochamad Toha secara khusus mengingatkan pentingnya memperluas lingkaran dakwah Muhammadiyah melalui pengajian-pengajian yang diselenggarakan secara rutin.

Ia mengajak setiap warga Muhammadiyah untuk tidak datang seorang diri. Keluarga, teman, maupun tetangga juga perlu diajak agar semakin banyak masyarakat yang mengenal dan mengikuti kegiatan Muhammadiyah.

“Kalau kita tidak pernah mengajak yang lain, dari dulu sampai sekarang orang Muhammadiyah di Banjarharjo ya orangnya itu-itu saja,” katanya.

Menurutnya, mengajak orang lain menghadiri pengajian merupakan bagian sederhana dari ikhtiar dakwah yang dapat dilakukan setiap warga Muhammadiyah.

Kesibukan dalam urusan dunia, lanjutnya, juga jangan sampai membuat seseorang kehilangan kesempatan untuk belajar agama dan berkontribusi dalam dakwah.

“Kalau alasannya sibuk, kesibukan tidak akan bisa menolong kita manakala meninggal. Apa yang kita punya akan kita tinggalkan, rumah, keluarga, pekerjaan, dan harta yang kita miliki,” tuturnya.

Pesan tersebut dikuatkan dengan Surah At-Taubah ayat 105:

“Dan katakanlah, ‘Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin. Dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.’”

Ayat tersebut mengingatkan bahwa setiap amal dan pekerjaan manusia akan mendapatkan perhatian dan pertanggungjawaban di hadapan Allah Swt.

Melalui Pengajian Ahad Kliwon, PCA Banjarharjo tidak hanya menjaga keberlangsungan kajian keislaman rutin, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat dakwah dan silaturahmi warga Muhammadiyah di tingkat cabang.

Semangat untuk terus menghidupkan pengajian sekaligus mengajak lebih banyak masyarakat diharapkan dapat memperluas dakwah Muhammadiyah di Banjarharjo, sehingga gerakan Islam berkemajuan tidak hanya dirasakan oleh warga Muhammadiyah, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. (AR)

Editor: Abdul Rasyid

 

Redaksi

muhammadiyahbanjarharjo.com

Artikel Terkait

Bagikan