Pengajian Ahad Kliwon PCA Banjarharjo: Teguhkan Identitas dan Semangat Berorganisasi
BANJARHARJO — Pimpinan Cabang Aisyiyah Banjarharjo (PCA Banjarharjo) menggelar pengajian rutin Ahad Kliwon di Masjid Al Ibtisam Banjarharjo, Ahad (3/5/2026). Kegiatan yang dihadiri warga dan simpatisan Muhammadiyah Banjarharjo ini turut disambangi oleh Pimpinan Daerah Aisyiyah Brebes, menambah semarak silaturahmi antarjenjang organisasi.
Tampil sebagai penceramah, Ustadz H. M. Thoha, S.K.M., M.M., Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Brebes, menyampaikan tausiyah yang sarat motivasi spiritual sekaligus penguatan jati diri persyarikatan.
Wajib Menjaga Diri dan Keluarga dari Api Neraka
Dalam ceramahnya, Ustadz H. Thoha mengingatkan seluruh jamaah akan kewajiban menjaga diri dan keluarga dari ancaman api neraka. Ia mengutip firman Allah dalam surah At-Tahrim ayat 6 sebagai landasan utama.
“Menjaga diri dan keluarga dari api neraka itu hukumnya wajib,” tegasnya di hadapan jamaah.
Ustadz H. Thoha juga menyampaikan bahwa jalan menuju surga sesungguhnya lebih mudah dan murah dibandingkan yang banyak orang bayangkan. Ia mengilustrasikan hal itu dengan perbandingan yang membuat jamaah berenung.
Menurutnya, justru kemaksiatan yang membutuhkan pengorbanan materi tidak sedikit. Orang yang hendak bermabuk-mabukan harus mengeluarkan uang untuk membeli khamr, demikian pula perzinaan yang membutuhkan biaya besar. Sementara jalan menuju surga, kata Ustadz H. Thoha, tidak memerlukan itu semua.
Bangga Berorganisasi, Meski Jumlah Sedikit
Ustadz H. Thoha juga mengajak warga Muhammadiyah dan Aisyiyah Banjarharjo untuk tidak berkecil hati meski jumlah anggota masih terbilang sedikit. Ia mendorong jamaah untuk bersyukur dan tetap bangga aktif di persyarikatan, meskipun ada tetangga atau bahkan saudara sendiri yang memilih menjauh.
“Muhammadiyah itu seperti garam — sedikit, tapi terasa dan enak,” ujar Ustadz H. Thoha, disambut senyum jamaah yang hadir.
Ia menyebutkan bahwa meskipun warga Muhammadiyah di Banjarharjo tidak banyak, kegiatan organisasi tetap berjalan dengan baik. Kegiatan kurban dan pengajian yang konsisten diselenggarakan menjadi bukti nyata bahwa kualitas tidak selalu ditentukan oleh kuantitas.
Penguatan Identitas lewat MKCHM
Selain tausiyah motivasi, Ustadz H. Thoha juga menyampaikan materi Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah (MKCHM) sebagai upaya penguatan identitas dan jati diri warga persyarikatan. Materi ini dinilai penting agar setiap anggota Muhammadiyah dan Aisyiyah memahami secara mendalam visi dan nilai-nilai yang menjadi fondasi gerakan.
Pengajian Ahad Kliwon PCA Banjarharjo ini rutin digelar setiap Ahad Kliwon dan menjadi salah satu wadah pembinaan umat sekaligus perekat kebersamaan warga Muhammadiyah di wilayah Banjarharjo, Kabupaten Brebes. (AR)
Galeri Kegiatan Klik!

Tinggalkan Komentar