Khutbah

Kemandirian Finansial: Kunci Kemerdekaan Dakwah Nabi

Oleh: Abdul Rasyid, S.E. (Sekretaris PCM Banjarharjo)

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ،فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًا ۗ ۝٢

Jamaah Sholat Jumat Yang Dirahmati Allah,

Beberapa bulan yang lalu, bahkan sampai hari ini masih ada yang merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad Saw. Di beberapa tempat perayaannya diadakan sangat meriah, bertaburan kembang api tengah malam sampai mengganggu warga yang sedang istirahat. Hal ini tentu tidak bisa dibenarkan dan menjadi renungan bagi kita, apakah kita sudah benar-benar mengenal sosok yang kita rayakan tersebut?

Kita sudah hidup di dunia ini mungkin puluhan tahun, tapi kita tidak pernah benar-benar mengetahui siapa dan bagaimana kisah nabi kita dari lahir sampai wafatnya. Dari kecil kita belajar banyak hal, tapi kita hanya sedikit belajar tentang sosoknya. Saudara kita atau mungkin kita yang sering membaca kitab Al-Barzanji, Maulid Diba’i, atau Simtudduror itu sebenarnya sedang membaca sejarah, kisah perjalanan hidup Nabi Muhammad disertai pujian dan syair indah. Meskipun sering dibaca, sayangnya jarang sekali yang membahas artinya dan memahami isinya.

Pengetahuan kita tentang Nabi Muhammad Saw umumnya masih sangat terbatas. Bahkan ketika memperingati Maulid Nabi, umumnya kita hanya mengetahui bahwa Nabi Muhammad lahir pada Tahun Gajah, tapi tahun gajah itu terjadi bulan dan tahun berapa masehi kita sering tidak tahu. Kemudian yang kita tahu, ayahnya bernama Abdullah dan ibunya Aminah. Muhammad kecil kemudian menjadi yatim, dan setelah ibunya meninggal, beliau diasuh oleh kakeknya, Abdul Muthalib. Setelah kakeknya meninggal, beliau lalu tinggal bersama pamannya, Abu Thalib.

Padahal, banyak sekali kisah dari kehidupan Nabi Muhammad Saw yang bisa kita ambil sebagai pelajaran. Jika kita membaca sejarah beliau sejak lahir hingga wafat, kita akan menemukan begitu banyak ujian dan perjuangan. Bahkan jika kita membacanya secara menyeluruh, bukan tidak mungkin kita akan meneteskan air mata.

Jamaah Sholat Jumat Yang Dirahmati Allah,

Selama ini kita lebih sering mengenal Muhammad Saw hanya sebagai seorang nabi dan dai yang menyampaikan risalah Islam. Padahal dalam segala hal, beliau adalah suri tauladan yang sangat mulia. Nabi yang kita kenal itu adalah seorang kepala negara, pemimpin umat, kepala keluarga, suami, ayah, kakek, panglima perang, dan juga seorang pengusaha sukses.

Perjalanan karier Muhammad di bidang perdagangan dapat dirumuskan secara sederhana:

  • Pada usia sekitar 12 tahun, beliau mulai mengenal perdagangan melalui perjalanan bersama pamannya (semacam internship/magang).
  • Ketika semakin dewasa, beliau mulai menjalankan perdagangan sendiri.
  • Saat para saudagar mempercayakan pengelolaan perdagangan kepada Muhammad, beliau menjadi semacam investment manager.
  • Setelah menikah dengan Khadijah, beliau berkembang menjadi business owner.
  • Memasuki usia 30-an, Muhammad bahkan telah menjadi investor dan memiliki lebih banyak waktu untuk memikirkan kondisi masyarakat. Dalam istilah Prof. Syafii Antonio, beliau telah mencapai kebebasan finansial dan waktu (financial freedom).

Dapat dipahami bahwa Nabi Muhammad Saw sepanjang hidupnya telah berdagang atau berbisnis selama kurang lebih 28–29 tahun. Kalau kita bandingkan dengan masa dakwah beliau, Nabi menerima wahyu pertama pada usia 40 tahun dan wafat sekitar usia 63 tahun. Artinya, masa dakwah beliau adalah kurang lebih 23 tahun—lebih singkat dibanding masa beliau berdagang.

Tetapi umat Islam hari ini lebih mengenal Muhammad hanya sebagai seorang pendakwah atau dai, daripada mengenal Muhammad sebagai seorang pedagang atau seorang pengusaha yang sukses. Ini menjadi sebuah ironi jika hari ini kita menyaksikan bahwa menjadi dai atau penceramah justru dijadikan sebagai profesi utama. Tidak sedikit muncul ustaz atau gus dengan tarif yang sangat mahal dan kehidupan yang mewah: mobil mewah, jam mahal, tas, dan pakaian bermerek (branded).

Mungkin tidak menjadi masalah jika semua itu memang dihasilkan dari bisnis pribadinya. Namun, jika semua kemewahan tersebut dibeli dari tarif ceramah yang mahal, tentu perlu menjadi bahan renungan. Sebab, jika dakwah hanya dijadikan sumber penghasilan untuk mengejar kemewahan, hal tersebut tentu dapat merusak citra Islam itu sendiri.

Jamaah Sholat Jumat Yang Dirahmati Allah,

Kenapa Nabi Muhammad berdagang atau berbisnis? Menurut Prof. Syafii Antonio, syarat untuk berbicara secara bebas adalah kemandirian ekonomi. Oleh karena itu, Nabi Muhammad berbisnis dan membangun kemandirian ekonomi hingga mencapai financial freedom. Dengan demikian, Nabi lebih leluasa menyampaikan risalah Islam tanpa tekanan dari siapa pun.

Konteks hari ini bagaimana? Kita tidak bisa menasihati atau memberikan kritik kepada bupati, wali kota, gubernur, atau bahkan presiden sekalipun, jika pada saat yang sama kita mendapatkan proyek atau jabatan dari mereka. Jika kita mendapatkan uang dari orang tersebut, walaupun mereka salah, kita menjadi terkunci atau tidak bebas untuk memberikan kritik.

Kita sering menyaksikan banyak aktivis yang tadinya begitu vokal dan kritis, tiba-tiba mendadak diam ketika sudah mendapatkan posisi tertentu. Jadi, kenapa Allah menakdirkan Nabi Saw menjadi seorang pedagang? Agar beliau bisa menyampaikan kebenaran dan risalah Islam dengan leluasa tanpa ada tekanan. Dari sirah nabawiyah kita dapat memahami bahwa dari dahulu sampai sekarang, polanya masih sama dan tetap relevan.

Jamaah Sholat Jumat Yang Dirahmati Allah,

Setidak-tidaknya, sekali seumur hidup, mari kita luangkan waktu untuk membaca Sirah Nabawiyah secara utuh. Agar kita tahu gambaran kondisi Jazirah Arab waktu itu, detik-detik kelahiran Nabi, perang demi perang yang dilalui, hingga detik-detik wafatnya beliau Saw. Sebab hari ini, mungkin banyak di antara anak kita lebih mengenal pahlawan fiktif seperti Superman, Batman, Spiderman, atau Ironman daripada mengenal nabinya dan para sahabat yang kisah perjuangannya sangat nyata dan bahkan lebih heroik.

بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَنْزَلَ عَلَى عَبْدِهِ آيَاتٍ بَيِّنَاتٍ لِيُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّوْرِ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ،

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ ۝١٨

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ

 اللّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا

اللّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا

اَلّلهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي أَوْلَادِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا وَاحْفَظْهُمْ وَلَا تَضُرَّهُمْ وَارْزُقْنَا بِرَّهُمْ

اَللّٰهُمَّ اِنَّانَسْئَلُكَ سَلَامَةً فِي الدِّيْنِ، وَعَافِيَةً فِي الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِيْ الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِي الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ، اَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِيْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ، وَنَجَاةً مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ

رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

Kemandirian Finansial Kunci Kemerdekaan Dakwah Nabi

Abdul Rasyid, S.E.

Sekretaris PCM Banjarharjo | Pemred muhammadiyahbanjarharjo.com

Artikel Terkait

Khutbah

Pentingnya Menjaga Lingkungan

 اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ...

Bagikan