Kabar

Musycab Muhammadiyah Banjarharjo: Regenerasi Pimpinan, Perpaduan Senior dan Kaum Muda

BANJARHARJO — Musyawarah Cabang (Musycab) Muhammadiyah Banjarharjo bukan sekadar forum pergantian kepemimpinan. Di tengah suasana sejuk Desa Malahayu, Ahad (30/7), Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Banjarharjo mempertemukan gagasan, pengalaman, dan semangat generasi muda untuk menentukan arah perjalanan organisasi lima tahun ke depan.

Musycab Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Banjarharjo Periode Muktamar ke-48 tersebut digelar di Rumah Makan Saung Milenials, Desa Malahayu, Kecamatan Banjarharjo. Suasana alam yang hijau dan asri membuat gelaran musyawarah terasa berbeda. Alunan seruling yang dimainkan Warlan, S.Pd.SD., anggota Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) PDM Brebes, turut mengiringi jalannya acara.

Nuansa Sunda yang disuguhkan sejak awal acara berpadu dengan semilir angin dan pemandangan hijau di sekitar lokasi. Suasana tersebut seolah memberikan ruang bagi para peserta untuk bermusyawarah dengan pikiran yang lebih tenang, sebelum memasuki agenda utama: menentukan nakhoda Muhammadiyah Banjarharjo untuk periode berikutnya.

Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Didorong Turut Mengurai Persoalan Banjarharjo

Musycab turut dihadiri Camat Banjarharjo, Eko Purwanto, B.A., S.IP., yang juga merupakan kader Muhammadiyah. Dalam sambutannya, ia memaparkan kondisi demografi Kecamatan Banjarharjo sekaligus berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Menurutnya, kompleksitas persoalan di tengah masyarakat membutuhkan kolaborasi berbagai elemen, termasuk organisasi keagamaan dan kemasyarakatan seperti Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.

“Dengan berbagai masalah yang ada di Banjarharjo ini, Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah sudah sepatutnya turut serta bahu-membahu membantu pemerintah untuk menuntaskan, atau mengurai masalah yang ada,” tuturnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberadaan Muhammadiyah tidak hanya berbicara tentang dinamika internal organisasi. Lebih jauh, Muhammadiyah diharapkan mampu mengambil peran nyata dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat di tingkat lokal.

Empat Karakter Pemimpin yang Diharapkan

Musycab kemudian dibuka oleh Ust. Sahiri, S.Sos.I., selaku perwakilan PDM Brebes. Dalam sambutannya, ia menyampaikan harapan agar Musycab melahirkan pimpinan yang tidak hanya memiliki kemampuan organisasi, tetapi juga karakter kepemimpinan yang kuat.

Ia menggambarkan empat karakter tersebut melalui sosok empat sahabat Nabi Muhammad SAW.

Pertama, Abu Bakar Ash-Shiddiq, dengan kelembutan dan kebijaksanaannya. Kedua, Umar bin Khattab, dengan ketegasan dan keberaniannya. Ketiga, Utsman bin Affan, dengan sifat dermawan dan keluasan rezekinya. Keempat, Ali bin Abi Thalib, yang dikenal sebagai sosok muda yang cerdas.

Keempat karakter tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para pimpinan Muhammadiyah Banjarharjo dalam menjalankan amanah organisasi.

17 Calon Formatur Berebut Sembilan Kursi

Memasuki agenda pemilihan, suasana Musycab menjadi semakin serius. Sebab, salah satu agenda paling penting dalam Musycab adalah pemilihan formatur yang akan menentukan susunan kepemimpinan Muhammadiyah Banjarharjo periode selanjutnya.

Berdasarkan data Panitia Pemilihan (Panlih), terdapat 18 nama yang diusulkan sebagai calon formatur. Dari jumlah tersebut, 17 orang menyatakan bersedia, sedangkan satu orang menyatakan tidak bersedia.

Sebanyak 36 peserta memiliki hak suara. Mereka berasal dari Pleno PCM Banjarharjo Periode 2015–2022, PRM Banjarharjo, PRM Malahayu, PRM Cibendung, serta organisasi otonom yang terdiri dari PCPM dan PCNA Banjarharjo.

Dari 17 calon formatur, peserta kemudian memilih sembilan nama untuk mengisi jajaran pimpinan Muhammadiyah Banjarharjo Periode 2022–2027.

Dari 36 suara yang masuk, satu suara dinyatakan tidak sah. Sembilan calon dengan perolehan suara tertinggi adalah:

  • Ahmad Fathuddin, S.Pd. — 34 suara
  • Adi Sancoyo, S.Pd. — 33 suara
  • Tarsan, S.Pd. — 30 suara
  • Abdul Rasyid, S.E. — 28 suara
  • Drs. Achmadi Soemirdja — 28 suara
  • Sabar Utomo, S.T. — 27 suara
  • Warlan, S.Pd.SD. — 27 suara
  • Dawud, S.Kep.Ns. — 26 suara
  • Bambang Riana, S.Pd. — 25 suara

Achmadi Soemirdja Dipercaya Menjadi Ketua

Sembilan formatur terpilih kemudian melanjutkan proses dengan menggelar rapat formatur. Rapat tersebut dipimpin oleh Ahmad Fathuddin, S.Pd., sebagai peraih suara terbanyak.

Melalui musyawarah formatur, disepakati Drs. Achmadi Soemirdja sebagai Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Banjarharjo Periode 2022–2027. Sementara itu, Abdul Rasyid, S.E. dipercaya mengemban amanah sebagai Sekretaris.

Komposisi kepemimpinan yang terbentuk memperlihatkan perpaduan antara pengalaman generasi senior dan energi kaum muda. Kehadiran wajah-wajah muda di dalam jajaran formatur menjadi harapan baru bagi Muhammadiyah Banjarharjo untuk terus melakukan regenerasi.

Musycab yang diprakarsai oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah Malahayu itu pun berlangsung dengan lancar dan penuh kebersamaan.

Di bawah suasana hijau Desa Malahayu, diiringi alunan seruling dan semilir angin, Musycab Muhammadiyah Banjarharjo akhirnya tidak hanya menghasilkan sebuah susunan kepemimpinan baru. Lebih dari itu, ia menjadi momentum untuk menyatukan kembali langkah dan meneguhkan semangat dakwah.

Senior membawa pengalaman, generasi muda membawa energi. Keduanya berpadu menjadi modal Muhammadiyah Banjarharjo untuk melangkah lebih jauh, semakin dekat dengan masyarakat, dan semakin nyata menghadirkan kemanfaatan bagi umat. (AR)

Editor: Abdul Rasyid

Redaksi

muhammadiyahbanjarharjo.com

Artikel Terkait

Bagikan